Tazkiah an-Nufus

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ قال الله تعالى يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ وقال تعالى يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا وقال تعالى يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا فإن أَصْدَقُ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ تَعَالَى وَأَحْسَنُ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ وَكُلُّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ أَمَّا بَعْدُ 



 Tazkiyah An-Nafs (membersihkan jiwa) merupakan salah satu tugas yang diemban rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Dialah yang mengutus kepada ummat yang ummi seorang rasul dari kalangan mereka. Dia membacakan ayat-ayatNya kepada mereka. Membersihkan (jiwa) mereka , dan mengajarkan kitab dan hikmah kepada mereka. Sesungguhnya sebelum itu mereka benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata. “ (Al-Jumu’ah :2) Karenanya, siapapun yang mengharapkan Allah subhanahu wata’ala dan hari akhir, mesti memperhatikan kebersihan jiwanya. Allah subhanahu wata’ala juga menjadikan kebahagiaan seseorang hamba tergantung kepada tazkiyah an-nafs. Hal ini disebutkan di dalam Al-Qur’an setelah disebutkannya sebelas sumpah secara beruntun. Suatu keistimewaan yang tidak dimiliki oleh hal lain. “Demi matahari dan sinarnya di pagi hari, dan bulan apabila menggiringnya, dan malam apabila menutupinya, dan langit serta apa-apa yang dibinanya, dan bumi serta apa-apa yang dihamparkannya, dan demi jiwa serta penyempurnaannya, lalu Dia Allah mengilhamkan kepadanya mana yang buruk dan mana yang baik. Sesungguhnya telah mendapat kemenanganlah orang yang membersihkan (jiwa)nya. Dan merugilah orang yang mengotori-nya.” (Asy-Syams : 1-10) Kata tazkiyah berarti membersihkan atau mensucikan. Karena itulah sedekah harta dinamakan zakat. Artinya, dengan dikeluarkannya hak Allah subhanahu wata’ala dari harta itu, ia menjadi suci, bersih. Selanjutnya, mengambil manfa’at dari kitab-kitab yang membahas masalah ini yang merupakan buah karya para ulama terdahulu tidaklah mudah. Hal ini disebabkan banyak diantara buku-buku itu yang memuat hadits lemah, bahkan palsu. Untuk itulah----alhamdulillah---------di dalam menyusun artikel singkat ini, kami berusaha mengumpulkan hanya hadits-hadits shahih tentang topic-topik pembersihan jiwa. Kami menukil para dari ulama yang sudah ahli dalam bidang ini. Mereka adalah Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Ibnu Rajab Al-Hambaliy, dan Imam Al-Ghazzaliy. Kami berharap semoga artikel-artikel bias bermanfa’at bagi penyusun, dan pembaca. Khususnya pada hari dimana harta dan anak tidak lagi bermanfa’at, kecuali siapa yang datang kepada Allah subhanahu wata’ala dengan hati yang sehat. Milik Allah-lah segala puji dan anugrah. Dia pelindung kita dan kepadaNya kita akan kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar